Fadya MA
Kamis, 18 Mei 2017
Jumat, 24 Februari 2017
25 febuari 2017-- cara mengubah format power point menjadi video maupun gambar
Cara merubah Presentasi Powerpoint ke Video
1. Silahkan anda buka Presentasi yang sudah anda buat dengan menggunakan powerPoint.
2. Setelah terbuka, silahkan klik File > Exsport > Create a video > kemudian atur seperti pada gambar di bawah ini.

3. Untuk selanjutnya lakukan seperti menyimpan file document seperti biasanya. Tunggu beberapa saat dan presentasi powerpoint sobat sudah berubah menjadi video.
Cara Mengubah Format Powerpoint ke Format Gambar
Mengubah File Powerpoint Menjadi File Gambar – File presentasi kita dapat kita ubah menjadi file gambar seperti jpg, bmp, atau sejenisnya. Caranya mudah, Anda tidak perlu menggunakan program lain seperti paint, photoshop dan sejenisnya melainkan Anda cukup hanya menyimpannya dengan format yang Anda kehendaki. Perhatikan tutorial berikut.
1. Masuk ke program powerpoint dan buka file yang akan Anda ganti formatnya.
2. Klik tombol “Office Button” yang ada di pojok kiri atas tampilan Anda
3. Arahkan krusor Anda ke “Save As”, lalu arahkan lagi ke sub menunya dan klik “Other Format”. Lihat gambar
4. Pilih format yang di inginkan (jpg, png, gif, atau yang lain) pada ‘save as type’
4. Pilih format yang di inginkan (jpg, png, gif, atau yang lain) pada ‘save as type’
Jumat, 20 Januari 2017
Tugas Tehnik Shot Kamera 21Jan2017
1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam teknik shot / pengambilan gambar dengan kamera (minimal 12 macam) ?
jawab:
2. Sebutkan dan jelaskan macam-macam pergerakan kamera untuk pembuatan film/video (minimal 5 macam) ?
jawab:
jawab:
Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:
· Bird Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
· High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
· Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance,berwibawa, kuat, dominan.
· Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
· Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.
Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:
· Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
· Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
· Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
· Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
· Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
· Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
· Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
· Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
· Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
· Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
· One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
· Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
· Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
· Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.
jawab:
1. Zoom
Zoom/zooming merupakan gerakan paling dasar, yakni dengan cara mendekati atau menjauhi obyek secara optik dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar, atau sebaliknya. Gambar yang dihasilkan dari gerakan ini adalah subyek seolah-olah mendekat (Zoom in) dan subyek seolah-olah menjauh (Zoom out).
Zoom/zooming merupakan gerakan paling dasar, yakni dengan cara mendekati atau menjauhi obyek secara optik dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar, atau sebaliknya. Gambar yang dihasilkan dari gerakan ini adalah subyek seolah-olah mendekat (Zoom in) dan subyek seolah-olah menjauh (Zoom out).
Perubahan ukuran subyek secara visual akan terjadi pada satu frame, misalanya dari Long Shot menjadi Medium Shot atau yang lainnya. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan posisi kamera tetap diam maupun dikombinasi dengan gerakan kamera lainnya.
Melakukan zoom in biasa digunakan untuk memperjelas sesuatu hal yang lebih penting, baik pada subyek maupun sebuah kejadian. Pandangan yang semula mempunyai banyak subyek dapat dikerucutkan menjadi satu atau beberapa subyek saja. Sedangkan zoom out lebih banyak dilakukan untuk menarik penonton agar mengetahui ruang dimana subyek berada, juga untuk menunjukkan ada banyak hal penting yang juga bisa dilihat disekitar subyek.
Untuk banyak adegan, penggunaan zoom tidak begitu efektif digunakan. Penggunaan Cut-to Cut saat editing dapat mempersingkat durasi meski apa yang ingin disampaikan lewat gambar adalah sama.
2. Dolly
Dolly (Track) adalah pengambilan gambar mendekati atau menjauhi subyek dengan menggerakkan kamera di atas tripot atau dolly. Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya kamera lebih dapat dirasakan seolah-olah menjadi mata penonton, gerakan kamera dapat mewakili gerakan penonton sehingga mereka dapat dibawa ikut terlibat dalam sebuah peristiwa film.
Dolly in atau kamera mendekati subyek, biasanya digunakan untuk membawa perasaan penonton untuk lebih berani, kuat, dan siap menghadapi tantangan. Sedangkan Dolly out (menjauhi subyek) bisa digunakan untuk mewakili perasaan kecewa, takut, dan merasa inferior.
Sebagaimana penggunaan zoom in, gerakan Dolly in yang mendekati subyek dapat membawa penonton pada satu titik pusat perhatian, perasaan tegang dan membangun rasa keingintahuan. Sedangkan proses pelepasan ketegangan dapat dilakukan dengan dolly out.
3. Pan
Pan/Panning merupakan gerakan kamera menoleh kekiri (Pan left) dan kekanan (Pan right). Ada banyak fungsi dalam shot ketika melakukan paning meski pada prinsipnya dengan menggunakan gerakan yang sama.
Gerakan pan yang sering digunakan dalam pengambilan gambar secara umum adalah Follow pan, yakni gerakan kamera mengikuti subyek bergerak (travelling), hal ini biasanya untuk mempertahankan komposisi visual agar tetap proporsional dalam frame, memberi head spacemaupun walking space sehingga subyek tidak terpotong saat melakukan gerakkan tertentu..
Gerakan paning juga dapat dilakukan untuk pengambilan gambar pada obyek yang tak bergerak, misalkan kondisi ruangan, foto-foto yang berjajar di dinding, suasana kota atau yang lainnya. Hal ini untuk membangun suasana lingkungan dimana subyek berada sekaligus menciptakan interaksi visual antara subyek dengan lingkungannya (survening pan).
Interupted pan juga merupakan salah satu gerakan kamera jenis pan. Teknik ini digunakan saat ingin menghubungkan dua subyek yang berbeda dalam satu shot. Misalnya, awal shot melakukan follow pan pada satu subyek yang berjalan di pertokoan, kamera tiba-tiba berhenti dan fokus melakukan follow pan pada sosok anak kecil yang mencoba mencuri salah satu makanan dalam toko tersebut. Contoh lain misalnya ketika sebuah adegan dimana subyek meninggalkan ruang, kamera bergerak ke arah handphone yang ketinggalan di meja.
Gerakan paning juga bisa digunakan untuk transisi antara dua shot, istilah yang populer digunakan adalah whipe pan, yakni melakukan gerakan paning secara cepat antara shot satu dengan lainnya. Penggunaan transisi ini dapat menciptakan gambar yang lebih dinamis dan mempersingkat waktu dalam sebuah kejadian yang memiliki hubungan sebab akibat.
4. Crab
Crab/crabing adalah gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang berjalan. Gerakan crab hampir sama dengan Dolly, perbedaanya hanya pada arah gerakan kamera. Jika Dolly bergerak maju mundur maka crab bergerak kekiri (Crab left) dan kekanan (Crab right).
5. Tilt
Tilt/Tilting adalah gerakan kamera secara vertical, mendongak dari bawah ke atas (Tilt up)maupun dari atas ke bawah (Tilt down). Gerakan tilting banyak digunakan untuk menggiring mata penonton pada aktivitas tertentu pada subyek, misalnya shot dimulai dengan wajah perempuan menangis menunduk kebawah, kamera melakukan tilt down, dan shot berakhir pada jemarinya yang bergetar sedang membaca/membalas sms dari seseorang, mungkin sedang diputus pacarnya.
Proses sebab-akibat dapat diciptakan dengan tilting, pada adegan diatas sebenarnya juga bisa saja dibalik dengan melakukan tilt up, yakni dimulai dari shot jemari bergetar menulis sms, kemudian tilt up pada wajah yang menangis.
6. Pedestal (Ped)
Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Portal-Jip Traveller. Pedestal up merupakan istilah yang digunakan untuk gerakan kamera yang dinaikan, sedangkan Pedestal down merupakan gerakan kamera yang diturunkan.
7. Arc
Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
8. follow
Follow adalah gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak, bisa dengan pan, tilt, ped atau yang lainnya. Untuk menciptakan gambar yang lebih dinamis bisa juga mennggunakan crane, atau dapat juga dilakukan dengan handheld. Crane sangat memungkinkan menggabungkan beberapa gerakan kamera sehingga gambar dapat terlihat dinamis.
Minggu, 15 Januari 2017
tugas pemasaran onlin 16 januari 2017
1. Iklan. (min. 1 paragraph - max. 2 paragraph)
jawab:
iklan adalah informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan. Dengan kata lain
iklan memberitahu kepada banyak orang mengenai barang dan jasa yang dijual, dipasang di media massa seperti kran dan majalah atau di tempat-tempat umum.
2. Iklan Online. (min. 1 paragraph - max. 2 paragraph)
jawab:
Iklan online adalah metode periklanan dengan menggunakan media internet dan web(World Wide Web)dengan tujuan menyampaikan pesan pemasaran (promosi) untuk menarik pelangganIklan online atau Online Advertising adalah: Info atau pesan yang disampaikan kepada khalayak umum dengan tujuan untuk mengenalkan, Mengajak, Membujuk agar khalayak umum atau Masyarakat ikut pada suatu ajakan tertentu yang terpasang dan bisa terlihat pada jaringan internet
3. Jenis-jenis iklan online. (min. 1 paragraph - max. 5 paragraph)
jawab
Iklan onlinedapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu:a. Iklan Text
Iklan yang ditampilkan berupa teks saja, Contoh:
1) Iklan link
Jenis iklan ini lebih ditekankan ke penulisan alamat link iklan dan
keterangan singkat dari iklan itu sendiri, Dalam membuat link usahakan
ditulis sependek mungkin, akan tetapi harus mewakili keseluruhan isi
iklan. Jenis iklan ini biasanya ditempatkan di :
a) Iklan baris
b) Iklan teks PPC
c) Pertukaran link dengan pemilik situs web lain
d) Iklan Banner (yang berisi link iklan)
2) Iklan Kontekstual (Contextual ads)
Iklan ini ditampilkan di halaman web dengan target individu tertentu yang
mengunjungi website. Sebuah sistem iklan kontekstual memindai teks
dari sebuah website untuk kata kunci dan mengembalikan iklan ke
halaman web berdasarkan apa yang pengguna lihat, baik melalui iklan
yang ditempatkan pada halaman atau iklan pop-up. Misalnya, jika
pengguna melihat website tentang olahraga, dimana website tersebut
menggunakan iklan kontekstual, pengguna mungkin melihat iklan untuk
perusahaan yang berhubungan dengan olahraga, seperti alat-alt
olahraga atau penjual tiket pertandingan. Iklan kontekstual juga
digunakan oleh mesin pencari untuk menampilkan iklan pada halaman
hasil pencarian mereka berdasarkan kata apa yang pengguna telah
mencari.
3) Iklan hasil pencarian (Search ads (dapat disebut juga pay per click ads))
Iklan ini ditampilkan pada halaman web hasil pencarian dan jaringannya.
Tampilnya iklan berdasarkan pada kata kunci yang dicari oleh pengguna
yang menggunakan layanan mesin pencari, biasanya berupa teks, dapat
ditempatkan di atas, dibawah atau di sebelah kanan hasil pencarian
dalam sebuah kotak dan terdapat kata “ads”. tetapi saat ini beberapa
format selain teks dapat digunakan seperti gambar atau video. Anda
hanya akan membayar jika Iklan ini diklik oleh pengguna. Penyedia iklan
ini (Platform)adalah Google Adwords dan Microsoft adCenter.
4) Iklan Direktori online(Online directories)
Iklan yang tampil pada suatu direktori tertentu. Contoh iklan direktori
yaitu perusahaan-perusahaan yang menempatkan iklan di direktori
Yellow Pages.
5) Iklan Daftar local(Local Listings) atau SEO(Search Engine
Optimizing)Lokal. Jenis iklan ini gratis dan diperuntukan untuk untuk
bisnis lokal. Contohnya Google Places untuk Bisnis, Yahoo! Local, Yelp
untuk Bisnis, dan banyak lagi. Ada kemungkinan, bisnis yang anda jalani
sudah terdaftar, Anda hanya perlu mengklaim saja. Sebagian isi dari list
ini disediakan oleh Yellow Pages atau perusahaan besar lainnya seperti
InfoUSA yang telah mengumpulkan informasi ini selama bertahun-tahun.
Pastikan daftar Anda diklaim, up to date, dan memiliki informasi yang
kaya dan relevan.
6) Iklan konten (Content ads)
Iklan konten ditampilkan pada halaman website berupa teks link yang
sesuai dengan aturan penyedia konten ads, Adapun cara kerjanya
adalah sistem Iklan konten menganalisa halaman website Anda secara
berkelanjutan, mencari kata yang bersesuaian dan menampilkan link ke
konten di website Anda. Ada beberapa hal yang dijadikan dasar dalam
menampilkan iklan konten diantaranya adalah profil lengkap setiap
bagian dari konten berdasarkan popularitas, berbagi sosial, dan
komentar. Misalnya, jika pengguna melihat halaman website tentang
mobil di depok, sistem Iklan konten dapat menunjukkan iklan untuk jenis
mobil yang dijual atau tempat penjualan mobil. Hasilnya iklan yang
relevan ditampilkan kepada pengguna yang tepat serta mempromosikan
konten terbaik Anda.
4. STP (Segmenting, Targeting dan Positioning). (min. 1 paragraph - max. 5 paragraph)
jawab:
1). Segmentasi.
1.Segmen pasar : Sub kelompok orang-orang atau organisasi yang memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama menyebabkan mereka memiliki produk yang serupa.
2.Segmentasi pasar : proses membagi sebuah pasar ke segmen-segmen atau kelopok-kelompok yang bermakna, relative sama dan dapat diidentifikasikan.
1.Segmen pasar : Sub kelompok orang-orang atau organisasi yang memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama menyebabkan mereka memiliki produk yang serupa.
2.Segmentasi pasar : proses membagi sebuah pasar ke segmen-segmen atau kelopok-kelompok yang bermakna, relative sama dan dapat diidentifikasikan.
2)Target Market
menentukan target pasar yang akan di capai. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat dua faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource perusahaan (Kotler, 2003).
menentukan target pasar yang akan di capai. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat dua faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource perusahaan (Kotler, 2003).
3).Positioning
Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak seorang konsumen dari sebuah nama perusahaan atau produk. Posititioning adalah bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing. Dalam hal ini termasuk brand image, manfaat yang dijanjikan serta competitive advantage. Inilah alasan kenapa konsumen memilih produk suatu perusahaan bukan produk pesaing
Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak seorang konsumen dari sebuah nama perusahaan atau produk. Posititioning adalah bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing. Dalam hal ini termasuk brand image, manfaat yang dijanjikan serta competitive advantage. Inilah alasan kenapa konsumen memilih produk suatu perusahaan bukan produk pesaing
5. 4P (Product, Price, Place, Promotion) (min. 1 paragraph - max. 5 paragraph)
jawab:
(1) Product : Setiap UKM harus bisa menentukan produk apa yang menjadi andalannya dan bagamana cara mengembangkan produk andalannya tersebut. Misalnya dengan menambah varian rasa, varian ukuran, varian bentuk dan juga varian kemasannya. Hal yang paling penting dan krusial yang harus dijaga adalah kualitas dari produk andalan. Seorang UKM jangan pernah melakukan perubahan rasa, bentuk, warna, ukuran dan kualitas tanpa melakukan info atau pemberitahuan ke pelanggan sebelumnya. Karena perubahan produk yang tiba – tida akan menyebabkan pelanggan kecewa dan apabila pelanggan kecewa hal tersebut akan berlanjut dan akan berakibat ke penurunan penjualan.
(2) Price : Penentuan harga produk sangat menentukan dalam kesuksesan proses penjualan. Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan sebuah produk atau jasa. Dalam bauran pemasaran, harga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pemasaran suatu produk. Tinggi rendahnya harga selalu menjadi perhatian utama para konsumen saat mereka mencari suatu produk. Sehingga harga yang ditawarkan menjadi bahan pertimbangan khusus, sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang maupun menggunakan suatu jasa. Dari kebiasaan para konsumen, dapat disimpulkan bahwa strategi penetapan harga sangat berpengaruh terhadap penjualan maupun pemasaran produk yang ditawarkan.
(3) Place : Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus. Untuk itu sebelum Anda memulai sebuha usaha, pilih terlebih dahulu tempat usaha yang paling tepat untuk pemasaran usaha Anda. Lakukan riset dan bandingkan beberapa pilihan tempat sebelum akhirnya Anda menentukan lokasi yang paling strategis bagi usaha Anda.
(4) Promotion : Kegiatan promosi bisnis merupakan bagian dari strategi pemasaran yang sangat dibutuhkan sebuah usaha, baik usaha kecil maupun usaha yang sudah berkembang besar. Sebelum mengetahui metode ataupun strategi promosi yang sering digunakan para pelaku bisnis, yang dimaksud dengan promosi adalah kegiatan pendukung strategi pemasaran yang sengaja diadakan untuk mengingatkan para konsumen mengenai produk atau jasa dengan brand tertentu. Strategi-pemasaran-bisnis-ukmStrategi promosi sering digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan permintaan atau penjualan barang dan jasa yang ditawarkan, sehingga dapat meningkatkan laba yang diperoleh. Selain itu kegiatan promosi juga memberikan kemudahan dalam merencanakan strategi pemasaran selanjutnya, karena biasanya kegiatan promosi dijadikan sebagai cara berkomunikasi langsung dengan calon konsumen. Sehingga kita dapat memperoleh informasi akurat dari para konsumen, mengenai respon produk yang kita tawarkan. Berikut beberapa manfaat lain dari adanya kegiatan promosi : Mengetahui produk yang diinginkan para konsumen. Mengetahui tingkat kebutuhan konsumen akan suatu produk. Mengetahui cara pengenalan dan penyampaian produk hingga sampai ke konsumen. Mengetahui harga yang sesuai dengan kondisi pasaran. Mengetahui strategi promosi yang tepat kepada para konsumen. Mengetahui kondisi persaingan pasar dan cara mengatasinya. Menciptakan image sebuah produk dengan adanya promosi
6. Cara memasarkan iklan online (min. 1 paragraph - max. 5 paragraph)
jawab:
1. Melalui website atau blog.
Jika mempunyai situs web atau blog mungkin Anda akan lebih leluasa untuk memasarkan bisnis Anda. Seperti yang dilakukun banyak perusahaan pada umumnya mereka menggunakan situs untuk menunjukkan siapa dirinya. Begitu pula Anda
bisa menggunakan website untuk memperkenalkan tentang bisnis apa yang Anda kelola. Anda juga bisa memanfaatkan blog guna membuat toko online.
2. Lewat jejaring sosial.
Manfaatkan situs jejaring sosial guna memasarkan bisnis Anda. Cari jejaring sosial dengan komunitas besar seperti facebook misalnya. Siapa yang tidak mengenal facebook dengan jutaan orang yang telah bergabung di dalamnya. Anda bisa melakukanya melalui update status atau komunikasi secara langsung melalui chat. Jika Anda mempunyai situs web atau blog, Anda bisa mengarahkan mereka ke situs Anda.
3. Iklan banner.
Iklan banner ini biasanya disediakan oleh blog dengan pengunjung yang cukup banyak. Banner iklan ini pada umumnya berupa gambar yang akan mengarahkan ke blog yang Anda punya.
Anda juga bisa mengiklankan produk Anda ke google melalui Google Adwords.
4. Review.
Review biasanya dilakukan oleh pemilik blog. Anda bisa menawarkan review
produk Anda pada pemilik blog dengan ketentuan yang telah Anda sepakati bersama.
Jika mempunyai situs web atau blog mungkin Anda akan lebih leluasa untuk memasarkan bisnis Anda. Seperti yang dilakukun banyak perusahaan pada umumnya mereka menggunakan situs untuk menunjukkan siapa dirinya. Begitu pula Anda
bisa menggunakan website untuk memperkenalkan tentang bisnis apa yang Anda kelola. Anda juga bisa memanfaatkan blog guna membuat toko online.
2. Lewat jejaring sosial.
Manfaatkan situs jejaring sosial guna memasarkan bisnis Anda. Cari jejaring sosial dengan komunitas besar seperti facebook misalnya. Siapa yang tidak mengenal facebook dengan jutaan orang yang telah bergabung di dalamnya. Anda bisa melakukanya melalui update status atau komunikasi secara langsung melalui chat. Jika Anda mempunyai situs web atau blog, Anda bisa mengarahkan mereka ke situs Anda.
3. Iklan banner.
Iklan banner ini biasanya disediakan oleh blog dengan pengunjung yang cukup banyak. Banner iklan ini pada umumnya berupa gambar yang akan mengarahkan ke blog yang Anda punya.
Anda juga bisa mengiklankan produk Anda ke google melalui Google Adwords.
4. Review.
Review biasanya dilakukan oleh pemilik blog. Anda bisa menawarkan review
produk Anda pada pemilik blog dengan ketentuan yang telah Anda sepakati bersama.
7.Cara membayar iklan online (min. 1 paragraph - max. 5 paragraph)
jawab:
1. Cost Per Impression
Cost Per Impression atau CPM adalah cara mengiklan dimana anda akan membayar iklan anda untuk per seribu kali tampil. Sebagai contoh, $1 CPM berarti $1 untuk 1000 tampilan iklan. Iklan CPM dihitung atas banyaknya tampilan iklan, tanpa perlu di klik oleh pengunjung. Pada dasarnya tayangan iklan dengan cara ini hampir sama seperti billboard di piggir jalan.
2. Cost Per Click
Cost Per Click atau CPC adalah cara mengiklan dimana anda harus membayar ketika seseorang mengklik iklan anda. Iklan ini bisa jadi lebih menghemat biaya daripada iklan berbasis Impression karena anda hanya membayar untuk orang-orang yang benar-benar mengklik iklan anda dan pergi ke website anda, bukan karena siapa saja yang melihat iklan mereka.v
Selamat mengerjakan.
Jumat, 06 Januari 2017
Tugas Visualisasi Konsep 07Jan2016 fadya/23
1. Ada berapa metode untuk mengembangkan gagasan menjadi konsep produk ?jawaban:
ada 8
2. Bagaimana cara mengembangkan gagasan menjadi konsep produk/layanan ?jawaban:
1) Pemunculan gagasan (idea generation)
Pengembangan baru dimulai dengan penelitian terhadap berbagai gagasan produk baru. Pemunculan gagasan baru harus sesuai dengan jenis usaha perusahaan dan konsumen sebagai salah satu sumber yang paling logis untuk mencari gagasan-gagasan produk baru.
2) Penyaringan gagasan (idea screening)
Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.
3) Pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing)
Suatu ide atau gagasan yang lolos penyaringan selanjutnya dikembangkan menjadi beberapa alternatif konsep produk. Dalam hal ini, konsep produk berbeda dengan gagasan produk dan citra produk. Suatu gagasan produk adalah gagasan bagi kemungkinan produk yang oleh perusahaan dianggap bisa ditawarkan ke pasar. Suatu konsep produk adalah versi terinci dari ide yang diungkapkan dalam istilah konsumen yang punya arti. Sedangkan suatu citra produk (image) adalah gambaran khusus yang diperoleh dari produk nyata atau calon produk.
4) Pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development)
Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama. Bagian kedua dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama. Bagian ketiga menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.
5) Analisis usaha (business analysis)
Bila manajemen telah menentukan konsep produk dan strategi pemasaran, perusahaan bisa mengevaluasi daya tarik usulan usaha itu. Manajemen harus menilai penjualan, biaya, dan perkiraan laba untuk menentukan apakah mereka telah memenuhi tujuan perusahaan. Jika telah memenuhi, produk bisa bergerak maju ke langkah pengembangan produk.
6) Pengembangan produk (product development)
Bila konsep produk lolos dari uji analisis usaha, konsep itu lalu menuju riset dan pengembangan dan/atau rekayasa untuk dikembangkan menjadi produk fisik. Bagian riset dan pengembangan membuat satu atau beberapa versi bentuk fisik dari konsep produk agar bisa menemukan sebuah prototipe yang memenuhi konsep produk dan dapat diproduksi dengan biaya produksi yang telah dianggarkan.
7) Pengujian pasar (market testing)
Pengujian pasar ialah keadaan dimana produk dan program pemasaran diperkenalkan kepada kalangan konsumen yang lebih otentik untuk mengetahui bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai, dan membeli-ulang produk itu dan seberapa luas pasarnya.
8) Komersialisasi
Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar. Dalam melemparkan suatu produk, perusahaan harus memutuskan: kapan, dimana, pada siapa, dan bagaimana.
3. Apakah yang disebut visualisasi konsep ?jawaban:
media untuk mengkomunikasikan gagasan atau konsep dengan mengekspresikan diri dalam bentuk visualisasi dinamis, bergerak dan di beri unsur audio.
4. Bagaimana cara merencanakan visualisasi konsep ?jawaban:
sinopsis, Naskah, Storyboard.
5. Apakah yang disebut sinopsis ?jawaban:
Sinopsis adalah ringkasan atau garis besar naskah yang menggambarkan isi dari suatu film atau pementasan yang dilakukan baik secara konkrit maupun secara abstrak.
6. Apakah yang disebut naskah ?jawaban:
semua dokumen tertulis yang ditulis tangan, dibedakan dari dokumen cetakan atau perbanyakannya dengan cara lain. Kata 'naskah' diambil dari bahasa Arab nuskhatumyang berarti sebuah potongan kertas.
7. Apakah yang disebut storyboard ?jawaban:
adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah, dengan storyboard kita dapat menyampaikan ide cerita kita kepada orang lain dengan lebih mudah, karena kita dapat menggiring khayalan seseorang mengikuti gambar-gambar yang tersaji, sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide cerita kita.
8. Bagaimana cara menyusun sinopsis ?jawaban:
- Sebelum membuat sinopsis, membaca naskah asli terdahulu untuk mengetahui kesan, substansi dan esensi umum penulis.
- Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan - gagasan yang penting.
- Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah ke dua. Gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
- Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
- Ringkasan / sinopsis novel tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan novel. (Sumber)
9. Bagaimana cara menyusun naskah ?jawaban:
# Pemilihan topik
Amatilah apa yang sering terjadi di sekitar kita. itu bisa menjadi inspirasi untuk menentukan topik dari drama yang akan kita tampilkan.
# Penentuan tokoh, latar, dan sudut pandang
Setelah kita menentukan topik dari drama yang akan kita tampilkan, selanjutnya kita merancang latar, tokoh cerita, dan sudut pandang
# Tentukan Plot cerita
Cara menulis naskah drama mirip dengan cara menulis cerita lainnya. Untuk menentukan plot cerita, kita harus menulis ringkasan cerita (yang terdiri dari bagian awal, tengah, dan akhir). kemudian kita harus mengidentifikasikan unsur drama yang kita tulis. Contoh ---> Tema: Kebiakn dibalas dengan kejahatan. Tokoh: Budi (tokoh utama), Bapak Budi (sedang sakit), dan pemilik tas yang dicopet. Latar: pasar kecamatan. Sudut pandang cerita: sudut pandang orang ketiga (Bu Sastro).
# Membuat rancangan tulisan awal
Setelah semua langkah diatas selesai, kemudian kita harus membuat keragka alur atau urutan cerita. Pikirkan apa yang akan terjadi, kapan terjadi, dan bagaimana terjadi.
# Tulis naskah akhir
Setelah selesai menulis naskah, koreksi lah dan lakukan perbaikan bila diperlukan. Kemudian baca naskah drama tersebut dari awal sampai akhir. Setelah yakin tidak perlu ada revisi, drama bisa ditampilkan. jangan lupa untuk memilih tokoh yang sesuai dengan karakter dalam cerita drama tersebut.
10. Bagaimana cara menyusun storyboard ?jawaban:
Buatlah daftar kronologi cerita, atau yang biasa disebut juga timeline. Membuat parameter mengenai kapan dan di mana cerita akan berlangsung, serta menentukan urutan kejadian cerita yang akan terjadi secara kronologis, merupakan cara terbaik untuk mengatur cerita Anda sehingga Anda dapat mulai diadaptasikan ke dalam sebuah video. Jika cerita Anda tidak memiliki urutan waktu yang sempurna (contohnya: jalan cerita kembali ke masa lalu, jalan cerita "lompat" maju ke masa depan, pergantian perspektif, resolusi jalan cerita berganti, perjalanan waktu, dll.), Anda masih dapat membuat timeline (daftar kronologi) narasi.
- Buatlah urutan adegan utama sesuai dengan urutan cerita yang akan ditampilkan dari awal hingga akhir, karena urutan adegan ini merupakan jalan cerita yang akan ditayangkan pada layar film.
- Jika Anda membuat storyboard untuk sebuah iklan, buatlah adegan yang akan ditampilkan beserta urutannya
- Pilihlah adegan yang menunjukkan jalan cerita dari awal hingga akhir.
- Titik balik cerita merupakan hal yang penting untuk ditunjukkan. Dalam beberapa waktu, bisa saja terjadi perubahan jalan cerita sehingga Anda perlu memasukkannya ke dalam storyboard.
- Anda juga mungkin ingin memberikan perubahan pada latar belakang tempat. Jika cerita dimulai di satu kota dan berpindah ke kota lain, pastikan bahwa hal tersebut sudah jelas tertuang di dalam ilustrasi Anda.
- Jika Anda membuat storyboard untuk sebuah iklan, prosesnya pun tidak akan berbeda: pilihlah gambar utama yang akan merepresentasikan arah film dari awal hingga akhir. Sebagai panduan umum, ingatlah bahwa untuk iklan berdurasi 30 detik,storyboard tidak boleh lebih dari 15 kerangka. Gunakan rata-rata 2 detik untuk setiap kerangka.
Tentukan seberapa terperinci jalan cerita Anda. Storyboard bisa saja dibuat dengan sangat terperinci, contohnya yaitu dengan memberikan ilustrasi yang menggambarkan setiap cerita. Jika Anda sedang mempersiapkan film dengan durasi yang panjang, Anda perlu bekerja keras untuk mendapatkan storyboard yang terperinci. Namun, Anda bisa saja memotong film tersebut menjadi adegan terpisah dengan masing-masing storyboard. Jika Anda ingin memotong film tersbut, Anda perlu membuat representasi terperinci mengenai perkembangan masing-masing adegan yang juga berguna untuk membuat storyboard tetap teratur selama produksi film.[1]
- Jika Anda sedang membuat film dan Anda ingin memisahkannya adegan-per-adegan, Buatlah shot list (daftar pengambilan gambar). Anda perlu memikirkan komposisi dan rincian setiap adegan pada shot list yang terlibat dalam proses pembuatan film.
- Ingatlah bahwa inti storyboard adalah untuk memberikan kejelasan visual dan untuk membuat setiap penonton memiliki pemahaman yang sama. Visual yang dibuat tidak perlu berupa hasil karya seni. Berhati-hatilah ketika memilih rincian untuk storyboardAnda. Anda pasti tidak ingin membuat penonton terlalu "pusing" saat berusaha menafsirkan ilustrasi Anda sehingga gagal memahami pesan utama yang Anda ingin sampaikan.
- Storyboard yang baik akan mudah dipahami oleh setiap orang yang melihatnya. Seorang sutradara, juru kamera, pemilih adegan, atau bahkan orang yang mengatur properti mungkin meminta storyboard sebagai referensi, panduan, dan arahan.
Langganan:
Komentar (Atom)